RSUD dr. Soeselo - Jl. Dr. Sutomo No. 63, Slawi (0283) 491016

Rumah sakit sebagai lembaga pelayanan publik memiliki tujuan untuk mencapai kepuasan masyarakat. Untuk mencapai pelayanan yang memuaskan, maka sebuah organisasi membutuhkan strategi yang dapat meningkatkan daya tarik masyarakat agar mau dan mampu menggunakan pelayanan yang ditawarkan.

Salah satu strategi yang dilakukan RSUD dr. Soeselo Kabupaten Tegal adalah dengan membuat gebrakan yang mampu melahirkan inovasi untuk mengatasi masalah yang selama ini dibutuhkan oleh masyarakat atau pengguna layanan. Beberapa inovasi yang diciptakan oleh RSUD dr. Soeselo Kabupaten Tegal, berupa Rekam Medis Pelayanan Elektronik (Rempeyek), Sistem Pendaftaran Online (Si Pentol), dan Berkah Melalui Sampah (Berlimpah).

Direktur RSUD dr. Soeselo Kabupaten Tegal, Guntur Muhammad Taqwin memberikan dukungan penuh dengan lahirnya gebrakan inovasi tersebut, dirinya siap menyediakan sarana prasarana yang dibutuhkan untuk terlaksananya inovasi tersebut. ”Saya mendukung penuh terciptanya inovasi Rempeyek, Si Pentol, dan Berlimpah sebagai upaya peningkatan kualitas pelayanan yang ada di RSUD dr. Soeselo Kabupaten Tegal agar masyarakat merasa puas dan nyaman.” ungkap Guntur.

dokter sedang memasukan data pasien ke dalam RME

Rekam Medis Pelayanan Eletronik di Rawat Jalan

Rekam Medis Pelayanan Elektronik (Rempeyek) yang sudah diterapkan dari mulai 1 April 2021 ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat pengguna jasa kesehatan agar semua proses administrasi dan pelayanan medis dapat dilakukan dengan cepat, tepat, akurat, dan efisien. Keunggulan yang didapatkan dari adanya Rempeyek, yaitu penghematan biaya karena sudah menggunakan sistem paperless, juga dengan menggunakan RME tidak perlu menggunakan ruangan besar untuk penyimpanan dokumen, mendorong menuju E-Hospital, tersedianya catatan medis yang jelas, rapi, terstandar.

Adanya Rempeyek ternyata mampu meningkatkan kepuasan masyarakat, meingkatkan efisiensi anggaran sebanyak 20%, mempercepat laporan administrasi, dan meningkatkan presentase waktu tunggu pasien di rawat jalan.

Seiring pesatnya teknologi, rumah sakit perlu memanfaatkannya sebagai bahan sarana untuk mempercepat dan mempermudah pasien dalam mengakses pelayanan yang ada. Berdasarkan hasil survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), pengguna internet di Indonesia mencapai 215,63 juta orang pada periode 2022-2023. Jumlah tersebut meningkat 2,67% dibandingkan pada periode sebelumnya yang sebanyak 210,03 juta pengguna. Persentase pengguna internet sebesar 78,19% dengan kenaikan lebih tinggi 1,17% poin dibandingkan pada 2021-2022 yang sebesar 77,02%. Menurut laporan Statista Research Department, jumlah pengguna smartphone di Indonesia mencapai 223,79 juta tahun 2021. Saat ini, Indonesia menjadi negara ke empat terbesar pengguna smartphone di dunia.

Antrian seringkali menjadi permasalahan dalam pelayanan pendaftaran. Penumpukan antrian merupakan hal yang harus segera diatasi karena akan berdampak pada keterlambatan pelayanan. Jumlah kunjungan pasien rawat jalan di RSUD dr. Soeselo Kabupaten Tegal mencapai 400-500 pasien setiap harinya dan untuk melakukan proses pendaftaran secara manual petugas memerlukan waktu rata-rata empat belas menit. Mengatasi hal tersebut, RSUD dr. Soeselo Kabupaten Tegal mengembangkan Sistem Pendaftaran Online (Si Pentol) di Poliklinik Rawat Jalan. Si Pentol bertujuan untuk mengefisiensi waktu pelayanan, mengurangi antrian, mengurangi kerumunan dan meningkatkan kepuasan pasien.

seorang pasien sedang memindai kode pendaftaran online

Pendaftaran Online

Kebaruan dari aplikasi Si Pentol, yakni sudah menggunakan sistem komputerisasi /AI (Artificial Intelligence), sehingga pasien cukup daftar pada aplikasi bisa dilakukan di mana saja, kemudian datang ke rumah sakit untuk langsung cetak SEP (Surat Eligibilitas Peserta) bagi pasien BPJS dan menunggu di Poliklinik tujuan. Caranya mudah, cukup dengan mengunduh aplikasi Soeselo Online di play store. Adanya Si Pentol mampu mempercepat waktu tunggu pendaftaran menjadi tujuh menit, mempermudah kepastian pasien untuk memperoleh pelayanan kesehatan, dan meningkatkan kepuasan pasien.

Masih dalam rangka mempercepat pelayanan, RSUD dr. Soeselo Kabupaten Tegal juga melaunching program Antor pada 21 Juli tahun 2022 lalu. Layanan Antor merupakan layanan pengantaran obat untuk pasien-pasien yang tidak mau mengantri mengambil obat di Farmasi. Adapun layanan Antor ini, bisa dimanfaatkan untuk semua wilayah di Kabupaten Tegal, termasuk tiga Kecamatan di Kabupaten Brebes yaitu Jatibarang, Songgom, dan Tonjong. Terpenting dari program Antor ini adalah gratis, tanpa dipungut biaya.

Launching Antor (21/7/22)

“Program Antor sudah bisa digunakan seterusnya. Antor ini juga untuk mengurangi waktu tunggu di poliklinik berobat jalan, jadi pasien bisa mengetahui ketepatan dan kepastian layanan,” jelas Guntur.

Program Antor bekerjasama dengan JNE selaku pihak ekspedisi. Ada waktu-waktu pengantaran obat, yaitu pukul 10.00 WIB, kemudian 12.00 WIB, 14.00 WIB, dan terakhir 15.00 WIB. Maksimal pengantaran 1×24 jam atau dengan kata lain hari itu transaksi maka hari itu juga sampai ditujuan. Adanya program Antor, bagi pasien yang memiliki kesibukan dan jarak rumah yang jauh dari rumah sakit bisa menjadi alternatif pilihan agar dapat memaksimalkan waktu tunggu tanpa harus mengantri lama.

Rumah sakit sebagai pelayanan medis, selain memberikan pelayanan pengobatan disisi lain juga menyumbang sampah yang cukup besar. Sampah merupakan masalah krusial yang dihadapi hampir setiap wilayah di Indonesia. Berdasarkan Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Tahun 2023 memiliki total timbunan sampah harian sebanyak 21,71 juta ton setiap tahun. Sementara itu, produksi sampah di Kabupaten Tegal dari tahun 2014-2018 terus mengalami peningkatan dengan prosentase sampah yang terangkut tidak ada yang mencapai 50%. RSUD dr. Soeselo menjadi salah satu penyumbang sampah di Kabupaten Tegal dengan jumlah 55.800 toh di tahun 2021.

RSUD dr. Soeselo Kabupaten Tegal kemudian menginisiasi adanya Berlimpah (Berkah Melalui Sampah) yaitu bank sampah di rumah sakit yang di kelola Instalasi Sanitasi untuk menekan volume pembuangan sampah ke TPA. Bank sampah Berlimpah merupakan sebuah wadah atau tempat yang diperuntukan mengatasi permasalahan sampah di lingkungan rumah sakit dengan cara pengolahan sampah yang baik dan benar sesuai dengan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2021 Tentang Pengelolaan Sampah pada Bank Sampah bahwa Bank Sampah adalah fasilitas untuk mengelola sampah dengan prinsip 3R (Reduce, Reuse dan Recycle).

menyerahkan sampah ke petugas sanitasi

Bank Sampah Berlimpah di Ruang Sanitasi

Bank Sampah Berlimpah juga menggunaan metode ‘Jebol Pangan’, yaitu Jemput Bola Sampah di Ruangan. Setiap ruangan yang akan menabung sampah bisa dengan menelfon Ruang Sanitasi untuk menginformasikan penyetoran sampah, kemudian petugas Sanitasi akan mengambil sampah dari ruangan tersebut untuk dihitung, ditimbang, dan dipilah sesuai jenis sampahnya. Manfaat adanya Bank Sampah Berlimpah, yaitu lingkungan bersih nyaman dan sehat di lingkungan kerja, peningkatan ekonomi tiap unit/ruangan sebesar 1%, dan pengurangan sampah ke TPA mencapai 35%.

“Dengan adanya Rempeyek, Si Pentol, dan Berlimpah, masyarakat dapat menikmati pelayanan dengan mudah, cepat, dan nyaman. Selain manfaat kecepatan dan kemudahan yang didapat, tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelayanan kami juga naik.” tambah Guntur.

Penulis: Heni Purnamasari

Leave A Comment

Please enter your name. Please enter an valid email address. Please enter message.

You may also like