RSUD dr. Soeselo - Jl. Dr. Sutomo No. 63, Slawi (0283) 491016, kontak@rsudsoeselo.com

Penyakit kardiovaskular adalah penyakit gangguan pada jantung dan pembuluh darah. Data World Health Organization (WHO) tahun 2012 menunjukkan 17,5 juta orang di dunia meninggal akibat penyakit kardiovaskuler atau 31% dari 56,5 juta kematian di seluruh dunia. Lebih dari 3/4 kematian akibat penyakit kardiovaskuler terjadi di negara berkembang yang berpenghasilan rendah sampai sedang.

Data Riskesdas menunjukkan prevalensi penyakit Kardiovaskular seperti hipertensi meningkat dari 25,8% (2013) menjadi 34,1% (2018), stroke 12,1 per mil (2013) menjadi 10,9 per mil (2018), penyakit jantung koroner tetap 1,5% (2013-2018), penyakit gagal ginjal kronis, dari 0,2% (2013) menjadi 0,38% (2018).

Adapun jumlah kematian akibat penyakit jantung secara global bisa mencapai 18,6 juta orang setiap tahunnya dan kemungkinan pada tahun 2030 diperkirakan mencapai 24,2 juta orang meninggal dunia.

Beberapa faktor risiko yang dapat menyebabkan penyakit kardiovaskular, seperti merokok, kolesterol, hipertensi, diabetes melitus, dan stres psikososial. Mengapa merokok menjadi faktor risiko utama penyakit kardiovaskular? Perokok berisiko 2 sampai 4 kali peningkatan penyakit jantung dan stroke. Menghirup asap tembakau menyebabkan beberapa respon langsung pada hati dan pembuluh darah. Dalam satu menit dari mulai merokok, denyut jantung mulai meningkat yang disebabkan oleh nikotin. Nikotin dapat merangsang tubuh untuk menghasilkan adrenalin, hormon yang dapat memacu detak jantung yang dapat meningkatkan tekanan darah. Peningkatan denyut jantung dan tekanan darah meningkatkan risiko penyakit jantung atau stroke. Tekanan yang lebih tinggi dapat juga menyebabkan kerusakan organ-organ yang menyaring darah, seperti ginjal.

Merokok juga menghasilkan peningkatan paparan karbon monoksida (CO), tidak berwarna, gas berbau yang dihasilkan dari pembakaran tidak sempurna dari produk yang mudah terbakar. Ketika kadar CO dalam darah meningkat, kemampuan tubuh untuk membawa oksigen secara signifikan menurun dan memiliki beban lebih, maka perokok menjadi cenderung mengalami sesak napas dan mengalami peningkatan denyut jantung.

Penyakit ini umumnya menyerang usia 50 tahun ke atas yang keadaan organ tubuhnya mulai melemah. Untuk mencapai kehidupan lanjut usia yang sehat dan bugar, diperlukan gaya hidup sehat sejak usia muda. Namun, yang kita temui di zaman sekarang ini adalah kurangnya aktivitas fisik. Germas (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat) menganjurkan kita untuk setidaknya dalam sehari melakukan aktivitas fisik selama 30 menit.

Kampanye Germas perlu terus digalakan agar masyarakat mampu hidup secara mandiri dengan kondisi yang sehat secara paripurna. Salah satunya dengan memberikan edukasi kesehatan. Tim Promosi Kesehatan bekerja sama dengan Klinik Jantung menggelar acara sosialisasi kesehatan pada Rabu, 26 Oktober 2022 pukul 08.00 WIB di depan ruang tunggu Rawat Jalan. Sosialisasi disampaikan langsung oleh Umi Kholipah, perawat Klinik Jantung.

Dalam paparannya disampaikan, beberapa latihan fisik yang dapat dilakukan mulai dari tingkat sedenter hingga tinggi, yaitu (1) sedenter: duduk, berbaring, menonton televisi, (2) rendah: berjalan santai, memasak, mengerjakan tugas ringan, (3) sedang: berjalan cepat, menari, yoga, dan berenang, dan (4) tinggi: jogging, berlari, bersepeda, tenis, dan olahraga lainnya.

Penulis: Heni Purnamasari, SKM

Leave A Comment

Please enter your name. Please enter an valid email address. Please enter message.

You may also like