RSUD dr. Soeselo - Jl. Dr. Sutomo No. 63, Slawi (0283) 491016, kontak@rsudsoeselo.com

Hipertensi adalah peningkatan tekanan darah yang berlangsung dalam jangka waktu lama.


Sumber gambar: theguardianonline.com

A. KLASIFIKASI HIPERTENSI

B. PREVALENSI HIPERTENSI
Prevalensi Hipertensi di Kabupaten Tegal pada masyarakat usia ≥18 tahun 34,68%. Proporsi konsumsi obat antihipertensi di Kabupaten Tegal 51,47%.

C. FAKTOR RISIKO HIPERTENSI

  1. Jenis kelamin laki-laki lebih berisiko
  2. Usia lansia lebih berisiko
  3. Genetik
  4. Faktor Makanan
  5. Tinggi garam/natrium
  6. Rendah serat
  7. Konsumsi alkohol, tinggi lemak, dan makanan manis

D. FAKTOR GAYA HIDUP

  1. Kurang aktivitas fisik
  2. Merokok
  3. Stres

E. TANDA DAN GEJALA HIPERTENSI

  1. Sakit kepala/pusing
  2. Nyeri dada
  3. Telinga berdengung
  4. Kelelahan

F. KOMPLIKASI

  1. Stroke
  2. Gaangguan ginjal
  3. Gaangguan mata
  4. Penyakit jantung
  5. Gaangguan saraf

G. PRINSIP DIET

  1. Tujuan Diet
    a. Menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi
    b. Sebagai terapi penurunan berat badan dan kolesterol
    c. Menghilangkan penumpukan garam atau air dalam tubuh
  2. Syarat Diet
    a. Energi, protein, lemak, dan karbohidrat yang cukup sesuai dengan kebutuhan
    b. Mengutamakan karbohidrat kompleks seperti nasi, jagung, ubi, dan singkong dibandingkan karbohidrat sederhana seperti gula
    c. Membatasi konsumsi lemak jenuh dan kolesterol Mengonsumsi sayur dan buah 4-5 porsi
    d. Asupan natrium dibatasi hingga 1500 mg setara dengan 2/3 sendok teh
    e. Memenuhi kebutuhan kalium, kalsium, dan magnesium untuk membantu penurunan tekanan darah
    f. Mengonsumsi obat anti hipertensi bagi yang sudah mengetahui keadaannya hipertensi

H. BAHAN MAKANAN YANG DIANJURKAN

  1. Sumber Karbohidrat: Gandum utuh, oat, beras, kentang, singkong
  2. Sumber Protein Hewani: Ikan, daging unggas tanpa kulit, telur maksimal 1 btr/hari
  3. Protein Nabati: Kacang kedelai, kacang hijau, kacang merah dan produk olahannya (tahu dan tempe) Sayuran: Seluruh sayuran segar
  4. Buah-buahan: Semua buah segar
  5. Lemak: Minyak kelapa sawit, margarin dan mentega tanpa garam
  6. Minuman: Teh dan jus buah dengan pembatasan gula, air putih, susu rendah lemak
  7. Bumbu Rempah: bumbu segar dengan penggunaan garam dapur terbatas

I. BAHAN MAKANAN YANG TIDAK DIANJURKAN

  1. Sumber Karbohidrat: Biskuit yang diawetkan dengan natrium, nasi uduk
  2. Sumber Protein Hewani: Daging merah bagian lemak, ikan kaleng, kornet, sosis, ikan asap, ati, ampela, olahan daging dengan natrium
  3. Protein Nabati: Olahan kacang yang diawetkan dan mendapat campuran natrium
  4. Sayuran: Sayur kaleng yang diawetkan dan mendapat campuran natrium, asinan sayur
  5. Buah-buahan: Buah-buahan kaleng, asinan dan manisan buah
  6. Lemak: Margarin dan mentega dengan garam serta mayonaise
  7. Minuman: Minuman kemasan dengan pemanis tambahan dan pengawet
  8. Bumbu: Vetsin, kecap, saus, bumbu instan

J. ISTIRAHAT & POLA TIDUR

Rekomendasi jam tidur untuk usia dewasa (7-8 jam per hari).

K. AKTIVITAS DAN OLAHRAGA

  1. Senam Peregangan tangan dan kaki
  2. Bersepeda
  3. Jalan kaki
  4. Lari ringan
  5. Berkebun

L. MANAJEMEN EMOSI

  1. Mengingat Tuhan
  2. Berdoa untuk mengendalikan diri atau emosi
  3. Hindari keadaan yang dapat memicu emosi
  4. Alihkan fokus perhatian
  5. Ubah pikiran negatif
  6. Mengendalikan respons terhadap masalah
  7. Tarik napas dalam-dalam dan menutup mata untuk menenangkan diri
  8. Kenali dan terima bahwa kamu bisa mengontrol emosi
  9. Memaafkan diri sendiri dan orang lain

Penulis: Mahasiswa Gizi FK Undip

Leave A Comment

Please enter your name. Please enter an valid email address. Please enter message.

You may also like