RSUD dr. Soeselo - Jl. Dr. Sutomo No. 63, Slawi (0283) 491016, kontak@rsudsoeselo.com

Penyakit demam tifoid (typhoid fever) yang biasa disebut tifus merupakan penyakit menyerang bagian saluran pencernaan. Demam tifoid termasuk penyakit menular yang tercantum dalam Undang-undang nomor 6 Tahun 1962 tentang wabah. Kelompok penyakit menular ini merupakan penyakit yang mudah menular dan dapat menyerang banyak orang sehingga dapat menimbulkan wabah. Demam tifoid ini disebabkan oleh mikroorganisme Salmonella enterica serotipe typhi yang dikenal dengan Salmonella typhi (S. typhi). Penyakit ini masih sering dijumpai di negara berkembang yang terletak di subtropis dan daerah tropis seperti Indonesia.

Demam typhoid dapat ditularkan menjadi dua sumber, yaitu pasien dengan demam typoid dan pasien dengan carier. Carier adalah orang yang sembuh dari demam typhoid dan masih terus mengekresi Salmonella typhii dalam tinja dan air kemih selama lebih dari 1 tahun. Demam tifoid dapat dijumpai di seluruh dunia, secara luas di daerah tropis dan subtropis terutama di daerah dengan kualitas sumber air yang tidak memadai dengan standar higienis dan sanitasi yang rendah yang mana di Indonesia dijumpai dalam keadaan endemis.

Tanda dan gejala yang muncul, seperti suhu tinggi mencapai 39-40 derajat, sakit kepala, nyeri otot, sakit perut, perasaan sakit, kehilangan nafsu makan, sembelit atau diare, ruam bintik-bintik merah mudah kecil, kelelahan, dan kebingungan. Keluhan tersebut terjadi selama satu hingga dua minggu, sedangkan penyakitnya berlangsung selama empat minggu.

Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat setempat, tim Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) RSUD dr. Soeselo Kabupaten Tegal mengadakan penyuluhan di depan ruang tunggu Penyakit Dalam 1 tentang Demam Typhoid yang disampaikan langsung oleh Yakni Asri Mulyani, S.Kep.Ns, perawat Penyakit Dalam 1.

Belajar dari pengalaman dunia, perbaikan sanitasi lingkungan termasuk pembuangan limbah dan pemasokan air, akan menurunkan insiden demam tifoid dengan tajam. Tindakan ini dilakukan untuk mecegah kontaminasi makanan dan air oleh hewan pengerat atau hewan lainnya yang membawa salmonella. Beberapa hal yang dapat kila lakukan sebagai pencegahan agar dapat terhindar dari demam typhoid, yaitu:
• Hindari mengkonsumsi jajanan pinggri jalan
• Jika ingin konsumsi telur, sebaiknya telur yang benar-benar matang
• Olahraga teratur 3-4 kali dalam seminggu selama 30 menit sampai 1 jam
• Hindari makanan tidak higienis
• Cuci dan olah makanan dengan baik
• Rebus air minum sampai mendidih
• Cuci tangan sebelum makan
• Jangan membuat jamban dekat sumber air minum
• Buang sampah pada tempatnya
• Imunisasi

Segera ke rumah sakit jika keluhan timbul sebelum jadwal kontrol, ada tanda-tanda alergi obat seperti merah pada kulit, gatal, bengkak pada mata dan bibir, sesak napas, tiba-tiba badan lemas, keluar keringat dingin, terjadi penurunan kesadaran, dan timbul perdarahan.

Sumber: Idrus, Hasta Andayani. Buku Demam Typhoid. Makassar, Juli 2020.

Penulis: Heni Purnamasari, SKM

Leave A Comment

Please enter your name. Please enter an valid email address. Please enter message.

You may also like